Ahlan wasahlan.. di blognya Setyo

Bagaimana Membangun Negara Islam

…..

Image

Barangkali ada yang mengatakan, “Bagaimana kita membangun negara islam?”

jawaban atas pertanyaan tersebut adalah apa yang telah diungkapkan oleh imam Malik: “sekali-kali tidak akan ada yang bisa memperbaiki urusan umat ini melainkan dengan apa yang telah memperbaiki umat terdahulu.”

dan sebagaimana dikatakan oleh imam Ahlus Sunnah dizaman kita yaitu Muhammad Nashiruddin Al-Albani dan seluruh ulama Ahlus sunnah: “sesungguhnya Islam tidak akan tegak kecuali dengan dua jalan, yaitu At-Tasfhiyah (pembersihan) dan At-Tarbiyah (pendidikan).

Memebersihkan manusia dari syirik dan tahayyul serta mendidik mereka diatas tauhid, membersihkan mereka dari bid’ah-bid’ah dan mendidik mereka diatas sunnah, membersihkan kemaksiatan mereka dan membimbing mereka diatas ketaatan. dengan ini bersatulah qolbu-qolbu mereka dan mereka akan mampu mendirikan mereka. inilah jalan Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam, sungguh kaum musyrikin mengatakan kepada beliau: “jika kamu menginginkan kekuasaan maka kami akan memberikannya kepadamu”. namun beliau menolak dan mencukupkan dengan Tasfhiyah dan Tarbiyah, karena jika beliau berhukum dengan islam sebelum mendidik mereka maka tidak akan ada seorangpun yang menerimanya, bahkan bisa jadi mereka berkomplot untuk membunuh beliau.

Raja Najasyi, dia adalah seorang laki-laki sholih yang beragama islam sementara dia memimpin negeri dan meninggal dalam keadaan dia menyembunyikan keislamannya, mengapa dia tidak berhukum dengan agama Allah selama negeri tersebut dalam kekuasaannya?? bahkan kenapa dia tidak menampakkan keislamannya, terlebih untuk berhukum dengan islam?? jawabannya sangat jelas, yaitu bahwa rakyatnya belum kokoh diatas agama ini dan  tarbiyah membutuhkan waktu.

imam Bukhari menyebutkan dalam shahihnya bahwasanya telah sampai surat Nabi kepada heracleus maka dia tahu bahwa beliau adalah seorang Nabi lantas beliau mengumpulkan pembesar-pembesar Romawi dan memerintahkan supaya pintu ditutup dan menyatakan: “wahai rakyat Romawi apakah kalian ingin mendapatkan keselamatan dan petunjuk dan kekuasaan kalian tetap utuh? maka baiatlah Nabi ini maka mereka lari ke pintu-pintu namun mendapatkannya sudah tertutup, ketika Heracleus melihat perpecahan mereka dan merasa putus asa dari mereka maka dia mengatakan: “saya mengucapkan kata-kata ini tadi adalah untuk menguji kekokohan kalian terhadap agama kalian dan sungguh aku telah melihatnya.” lalu mereka sujud kepada Heracleus dan ridho kepadanya. Perhatikanlah wahai saudaraku, kenapa dia menutup pintu-pintu? dan kenapa ketika dia pergi menuju pinti-pintu untuk membukanya maka tiba-tiba heracleus merubah kata-katanya meskipun tentara berada dalam kekuasannya? jawabanyya adalah supaya kabar tidak keluar dan tersebar sehingga menguasai rakyat.

semua ini setelah Tasfhiyah dan Tarbiyah. demikianlah wahai saudaraku manhaj para nabi yang asli. siapa saja bagiku seperti orang manja itu berjalan dengan pelan-pelan dan datang yang pertama.

wahai saudaraku dijalan Allah, bagaimana keadaan kita akan suatu hari setelah kita meninggalkan manhaj yang asli ini menjadi sesuatu yang terbuang dibelakang maka hendaklah kita mengambil faedah dari pengalaman orang lain. orang yang bahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari yang lainnya. demikianlah negara Aljazair, orang-orang islam naik ke tampuk kekuasaan melalui pemilu dan tidaklah hal itu bertahan melainkan sebentar lau terjadi penahanan, pertumpahan darah, tercabiknya kehormatan. hal ini sama juga terjadi di Turki dan senantiasa hal ini terjadi di kebanyakan negara-negara Islam di arab. Apakah negara-negara itu telah ada sebelum pemilu-pemilu yang terbangun diatasnya negeri-negeri kafir?! Apakah orang-orang kafir menginfakkan hartanya demi tegaknya negara Islam dengan cara seperti ini?!

jawabanyya wahai saudaraku dijalan Allah, datang kepadamu dengan tegas dari Allah
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Allah.”

sebuah jawaban yang sangat memuaskan. Mungkin akan ada pertanyaan lagi wahai saudaraku, kapan bisa berdiri negara Islam??

saya katakan bahwa itu ada pada pengetahuan Allah dan Dia tidak akan bertanya kepadamu kenapa kamu tidak mendirikan negara Islam, namun kelak akan bertanya kepadamu tentang jalan yang kamu tempuh dikehidupan dunia ini, apakah sesuai dengan syari’at Allah, jika sebagaimana yang telah disyariatkan kepada Allah maka engkau telah menyampaikan dan menunaikan apa yan menjadi kewajibanmu.

Apabila engkau bertanya sampai kapan kita akan memberi tarbiyah kepada manusia? jawabannya adalah sampai batas waktu yang dikehendaki Allah dan Dia tidak akan bertanya kepadamu berapa orang yang telah kamu beri tarbiyah, namun Allah akan bertanya kepadamu tentang caranya pakah sesuai dengan syari’at atau tidak dan jika engkau mengatakan, “sesungguhnya mush-musuh islam menghalangi kita dari Tasfhiyah dan Tarbiyah? jawabannya: dan siapa orang yang berkeinginan memberikan tarbiyah kepada manusia diatas agama Allah tanpa dihalangi dan diperangi? seluruh Nabi menyebarkan agama Alah dibawah kekuasaan kafir, akan tetapi pertolongan dan kekokohan adalah bagi yang mengumpulkan manusia diatas agama Allah dan diatas petunjuk dari-Nya. sehingga tidak dipandang ucapan sesorang:

kapan bangunan itu akan sempurna suatu hari nanti

jika kamu membangunnya sementara yang lain menghancurkannya

saya katakan bahwa barangsiapa yang hujjahnya adalah syair maka dibantah dengan syair pula. berkata seorang penyair Muhammad Al-Jabali

bahkan bangunan itu akan mencapai kesempurnaan

jika engkau membangunnya dengan penuh kesabaran dan kecermatan

selama pondasi rumah keras dan kokoh

maka bangunan akan meninggi meskipun bagian atasnya dihancurkan

apabila pondasi rumah rapuh penyangganya

bencana ringan akan membuatnya luluh lantak

jika pondai rumah adalah ucapan yang dihiasi-hiasi

maka bangunan kana roboh meskipun menutupi amalan yang sedikit dengan banyak bicara

seandainya engkau menghiasi sebab-sebab musibah maka engkau tidak akan menjumpai

ibarat semangat yang belum matang adalah penyait yang datang dengan tiba-tiba

siapa saja yang taqwa menjadi pondasi bangunannya

tidak akan membahayakan tipu daya, cercaan dan reruntuhan

demikianlah kehidupan nabi-nabi Allah

adalah jihad dan sabar, tidak lemah dan tidak pula bosan

sehingga tegaklah bangunan meskipun orang yang bersedih hati itu sombong

dan cahaya langit mencari ketinggiannya dan muncul

(diambil dari “Risalatun Akhowiyah, limadza taroktu da’watal ikhwanul muslimin wattaba’tu Al-manhaj As-Salaf.”
pengarang: Faishol bin Abduh Qo’id Al-Hasyidi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s