Ahlan wasahlan.. di blognya Setyo

Bagaimana Seorang Muslim dan Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

A. Bagaimana seorang muslim menghidupkan malam lailatul qadar?

Sudah sepantasnya seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu dengan dasar iman dan tamak akan pahala yang melimpah di sisi Allah. Seharusnya dia dapat mencontoh Nabinya shallaahu ‘alaihi wasallam yang giat beribadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Beliau seperti itu demi meraih malam yang mulia, lailatul qadar. ‘Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya. “ (HR. Muslim no. 1175) ‘Aisyah mengatakan, “Apabila Nabi shallaahu ‘alaihi wasallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari bejima’ (inilah pendapat yang dipilih para salaf dan ulama masa silam mengenai maksud hadits tersebut. Lihat Latho’if Al Ma’arif hal.332), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya) (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no.1174)

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam haridan giat ibadah pada malam-malam tersebut.” Sufyan pun mengajak keluargan dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu. (Latho’if Al Ma’arif hal.331)

Adapun yang dimaksud dengan menghidupkan lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam. Bahkan Imam Asy Syafi’i dalam pendapat yang dulu mengatakan, “Barangsiapa yang mengerjakan sholat Isya’ dan sholat Shubuh di malam qadar, ia berarti telah di nilai menghidupkan malam tersebut” (Lihat Latho’if Al Ma’arif hal.329) Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al-Qur’an (‘Aunul Ma’bud, 4:176) namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” ( HR. Bukhari no. 1901)

B. Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wania nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya tidak lalai dalam dzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, meeka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.” (Lihat Latho’if Al Ma’arif hal.341)

Dari riwayat ini menunjukkan bahwa wanita haidh, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Namun karena wanita haidh dan nifas tidak boleh melaksanakan sholat ketika kondisi seperti itu, maka dia boleh melakukan amalan ketaatan lainnya. Yang dapat wanita haidh lakukan ketika itu adalah,

1. Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf. (dalam at Tamhid 17:397, Ibnu Abdil Barr berkata, para pakar fiqh dari berbagai kota baik Madinah, Iraq, Syam tidak berselisih pendapat bahwa mushaf tidaklah boleh disetuh melainkan oleh orang yang suci dalam artian berwudhu. Inilah pendapat Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah, Sufyan Ats Tsauri, Al Auzai, Ahmad bin Hambal, Ishaq bin Rahuyah, Abu Tsaur dan Abu Ubaid. Meekalah para pakar fiqh dan hadits di masanya).
2. Berdzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (Laa ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan dzikir lainnnya.
3. Memperbanyak istighfar.
4. Memperbanyak do’a. (Lihat Fatwa Al Islam Su-al wa Jawab no.26753)

Sumber: Buku “Panduan Ramadhan”, Muhammad Abduh Tuasikal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s