Ahlan wasahlan.. di blognya Setyo

RENUNGAN AKHIR TAHUN

Alhamdulillah wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa shahbihi wassallam. Amma ba’du..

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah, sebentar lagi tahun 1433 Hijriyyah akan segera meninggalkan kita. Ini tandanya bahwa waktu hidup kita di dunia ini telah berkurang. Tahun demi tahun hidup kita telah kita jalani, tapi apakah telah kita manfaatkan semuanya untuk amal kebajikan, atau malah kita sia-siakan untuk dosa dan kemaksiatan?

Saudaraku…
Waktu adalah perkara yang sangat berharga bagi seorang muslim. Coba kita merenung sejenak, apabila kita kumpulkan harta-harta kita yang paling berharga, atau bahkan kita kumpulkan semua harta yang kita miliki, apakah kita dapat membeli waktu kita yang telah berlalu? Apakah dapat kita dapat mengulang tahun, bulan dan hari-hari kita yang telah berlalu? Jawabannya sekali-kali tidak!

Hari-hari yang kita jalani akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah kelak sebagaimana yang diriwayatkan di dalam Musnad Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع: عن عمره فيم أفناه، وعن شبابه فيم أبلاه، و عن ماله من أين أكتسبه وفيم أنفقه، و عن علمه ماذا عمل فيه

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum dia ditanya empat perkara: Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan di mana dia belanjakan; dan tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan.”

Ini menunjukkan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jangan sampai kita sia-siakan lagi wahai saudaraku yang dirahmati oleh Allah.

Sekarang marilah kita lihat, kita koreksi lagi tahun kita yang akan segera berlalu ini. Apakah telah kita isi dengan kebaikan atau kita isi dengan kesia-siaan?

Amirul Mu’minin ‘Umar bin Al Khattab pernah berucap,

حاسبوا أنفسكم قيل أن تحاسبوا وزنوا أعمالكم قبل أن توزن

“Hisab-lah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amalan-amalan kalian sebelum kelak amalan tersebut ditimbang”
Image
Apabila tahun ini telah kita penuhi dengan kebaikan, maka hendaknya kita berucap alhamdulillah, bersyukur kepada Allah dan berdoa agar diberi keistiqomahan untuk selalu berlomba di dalam kebaikan.

Namun apabila sebaliknya, maka hendaknya seorang muslim menyesal terhadap luputnya waktu-waktu berharga dan kesempatan yang terlewat, kemudian hendaknya dia bertaubat dan ber’azzam untuk memperbaiki dirinya di waktu-waktu yang akan datang.

Jangan sampai penyesalan tersebut datang terlambat wahai saudaraku…
Jangan sampai penyesalan tersebut datang ketika kematian telah datang menjemput.

Allah ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Sehingga di kala kematian telah tiba pada seorang di antara mereka, iapun berkatalah: “Wahai Rabb-ku, kembalikanlah aku ke dunia agar kudapat mengerjakan amalan yang baik yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya perkataan itu hanyalah sekedar yang dapat ia ucapkan. Di hadapan mereka ada barzakh, dinding yang membatasi sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mu’minun: 99-100)

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua. Wallahu a’lam bisshawab.

Oleh : Sahabatku Penuntut Ilmu Darul Hadits Syihr, Hadramaut, Yaman. Semoga Allah merahmatinya.
dari sahabatku Muhammad At Tawakkili

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s