Ahlan wasahlan.. di blognya Setyo

Posts tagged “Renungan

Aside

Seorang mahasis…

Seorang mahasiswa atau seseorang yang hendak mudik ke kampung halamannya, yang telah bertahun-tahun ia tinggalkan, ia pasti akan menyiapkan segalanya sebelum ia mudik. Oleh2, barang atau makanan khas, ilmu, dan lain sebagainya. Perasaan yang senang, lega, rindu dengan kampung halamannya..

Dan ternyata semua orang akan mudik, mudik ke KAMPUNG AKHERAT….!!

 ImageAda suatu tempat, yang pasti kita akan kembali ke sana, yang boleh jadi luput dari persiapanpersiapan yang terencana, lalai dari penjadwalan yang tersusun runut, dan dilupakan dari bagian rencana kehidupan kita selaku manusia. Kampung akhirat.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al-An’aam: 32)

Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti? (QS. Al-A’raaf: 169)

dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya? (QS. Yusuf: 109)

Image

Tidakkah kita memiliki rasa rindu pula dengan kampung akhirat kita? Tidakkah kita ingin menikmati indahnya kampung akhirat yang berkekalan waktunya?

Maka, sudah seberapa baik perbekalan yang telah kita persiapkan? Bahkan, sudah sampai seberapa siap diri kita tuk menghadapi perjalanan panjangnya?

Padahal, akhirat adalah kampung dengan satu pintu saja, sekali kita melewatinya, maka sudah pasti dan tidak akan mungkin, kita bisa kembali lagi ke dunia.

Imam Ali bin Abi Thalib KW, pernah berkata, “sesungguhnya kita berada pada hari dimana hanya ada amal tanpa ada perhitungan, dan sesungguhnya kita menuju hari dimana hanya ada perhitungan tanpa ada amal”.

Mari kita jadikan dunia ini sebagai ladang tuk mengumpulkan perbekalan mudik kita ke kampung akhirat. Semoga ia mencukupi sehingga kita mendapatkan tempat yang terbaik disana. Allahumma amin.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. [QS. An-Nahl: 30-32]

Jadikan kehidupan yang kita jalani ini  menjadi hari-hari pengumpulan bekal mudik ke kampung akhirat kita, dan tidak cukup sampai disitu, jadikan seluruh sisa usia kita, menjadi ajang persiapan mudik ke kampung akhirat, dengan kesabaran dalam menjaga diri dari perbuatan kemaksiatan dan bersabar diri dalam mengerjakan kebaikan

Advertisements

Pilihan??

Image

Bicara soal pilihan.. hidup ini penuh dengan pilihan..

Sejak awal mata kita terbuka untuk yang pertama kali, sampai mata kita tertutup untuk yang terakhir kalinya… semuanya penuh dengan pilihan…

Justru yang aneh adalah ketika orang-orang bertanya tentang pilihannya..

 

Pada awalnya…. Semua orang bangga dengan pilihannya,

Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia pada pilihannya.. (more…)


Jangan takut tidak mendapat rezeki

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung, yang pergi di awal siang (pagi hari) dalam keadaan perut kosong (lapar) dan pulang di akhir siang (sore hari) dalam keadaan perut penuh berisi (kenyang).” (HR. Ahmad no.205, At-Tirmidziy no.2344 dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, lihat Ash-Shahiihah no.310)

Image

Sabda beliau: “dengan sebenar-benarnya tawakkal kepada-Nya” artinya bertawakkal secara hakiki yaitu kalian bersandar kepada Allah dengan penyandaran yang sempurna dalam mencari rizki kalian dan dalam hal lainnya. (more…)


Nasehat Kematian Umar Bin Abdul Aziz

ImageSuatu ketika, Umar bin Abdul Aziz r.a mengiringi jenazah. Ketika semuanya telah bubar, Umar dan beberapa sahabatnya tidak beranjak dari kubur jenazah tadi. Beberapa sahabatnya bertanya, “wahai Amirul Mukminin, ini adalah jenazah yang engkau menjadi walinya. Engkau menungguinya disini lalu akan meninggalkannya“. (more…)